Donasi di Peduly bisa mulai Rp100 rupiah lho!

5 Referensi Buku yang Menggambarkan Bahwa Wanita Itu Juga Memiliki Hak Setara

Beberapa hari lalu kita telah memperingati Hari Perempuan Internasional. Hari tersebut ditujukan agar masyarakat bisa sadar terkait hak-hak perempuan yang seharusnya diciptakan setara. Namun banyaknya praktik patriarki, membuat banyak dari masyarakat yang memandang sebelah mata seorang perempuan.

Ada beberapa rekomendasi buku yang dapat menjawab pertanyaan terkait problematika tersebut. Buku-buku ini dapat membukakan pola pikirmu agar lebih fleksibel dan menghargai hak-hak perempuan. Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai hal tersebut, simak pembahasan ini, ya!

1. Ada Serigala Betina dalam Diri Setiap Perempuan (Ester Lianawati)

kelimuttu.co

Buku yang terbit pada quartal akhir 2020 ini mengisahkan tentang bagaimana keterkaitan psikologi seseorang terhadap berkembangnya budaya feminisme. Ester Lianawati lebih menekankan pada permasalahan yang mana masyarakat (khususnya perempuan itu sendiri) malah membantu mengembangkan eksistensi patriarki.

Dari pembahasan secara singkat tersebut, kita bisa melihat bahwa penulis berusaha mengenalkan ke masyarakat luas bagaimana budaya feminisme itu bukan tentang perempuan versus laki-laki. Namun semua itu bergantung pada stereotype yang berkembang di dalam masyarakat.

2. Membicarakan Feminisme (Nadya Karima Melati)

mojokstore.com

Buku yang ditulis oleh Nadya Karima Melati ini lebih condong mengedukasi masyarakat terkait permasalahan feminisme. Hal tersebut dilandasi oleh sudut pandang sejarah Indonesia dan luar agar para pembaca bisa paham bagaimana eksistensi feminisme.

Buku ini sebenarnya berisi tentang kumpulan esai bertopik feminisme yang ditulis oleh Nadya. Penulis akan membawamu untuk bertanya-tanya terkait bagaimana awal pembentukan teori feminisme ini.

3. Perempuan yang Memesan Takdir (W. Sanavero)

mojokstore.com

Buku selanjutnya adalah sebuah novel yang ditulis W. Sanavero untuk memberikan insight baru terkait kehebatan perempuan. Novel ini terdiri dari 16 ide cerita yang terangkum rapi dalam setiap babnya. Dalam setiap ceritanya itu mengisahkan tentang seorang perempuan yang berusaha menemukan takdirnya.

Hal tersebut akan membuat para pembaca akan mendapatkan sudut pandang baru terkait bagaimana melihat sosok perempuan. Selain itu, alur cerita yang disajikan tidak monoton sehingga akan membuat para pembaca tidak akan mudah merasakan kebosanan.

4. Toxic Relationsh*t (Diana Mayorita)

mojokstore.com

Berbeda dari sebelumnya, buku ini lebih menekankan pada pemberian pelajaran hidup bagi setiap pembaca. Dikisahkan bahwa seorang perempuan yang terjebak dalam toxic relationship karena sikap terlalu baiknya. Hal tersebut membuat perempuan tersebut pun menjadi ditindas dan menyebabkan banyak luka di dalam hatinya.

Di dalam buku tersebut menekankan bahwa kamu harus bisa mencintai diri sendiri terlebih dahulu. Terlebih lagi bagi seorang perempuan, kamu harus bisa bersikap tegas dalam menjalani sebuah hubungan tanpa adanya paksaan karena sikap toxic dari sang pasangan.

5. Perempuan di Titik Nol (Nawal El Sadaawi)

demabuku.com

Buku ini mengisahkan tentang sisi gelap budaya patriarki di dataran Mesir pada masa sekarang. Hal tersebut membuat perempuan-perempuan di sana dibatasi hak-haknya sehingga tidak bisa menjalankan hidup sesuai keinginannya. Baik dari partisipasi politik maupun penghidupan sehari-hari, banyak hak perempuan yang tidak diberikan oleh masyarakat.

Nawal El Sadaawi mengisahkan semua realita pilu dengan apik pada novel ini. Para pembaca akan dibukakan matanya untuk melihat bagaimana hak-hak perempuan yang banyak dibatasi. Hal tersebut ditujukan agar masyarakat punya sudut pandang baru terkait menghargai sesama, khususnya pada kaum perempuan.

Itulah kelima rekomendasi buku yang mengisahkan bahwa perempuan itu memiliki hak setara untuk hidup. Setiap perempuan yang ada di dunia ini memiliki hak untuk bisa hidup sesuai keinginannya. Maka dari itu cobalah untuk menghormati perempuan yang ada di sekitarmu karena mereka tidak berbeda dengan laki-laki dalam mendapatkan haknya.