Donasi di Peduly bisa mulai Rp100 rupiah lho!

Ahmad Mukhlis, Penyandang Disabilitas Yang Tak Patah Semangat.

Mukhlis saat dtemui ditempat kerjanya sebagai penjahit.

Siang yang terik dijalanan Kalijudan terdapat tempat usaha jahit yang sedang melakukan aktifitasnya. Tampak dari luar terdapat 2 orang penjahit sibuk dengan kain dan benang nya masing-masing. Salah satu penjahitnya ialah Ahmad Mukhlis, penyandang disabilitas yang kehilangan satu kakinya. Mukhlis bertempat tinggal di tempat kerjanya bersama penjahit lainnya. Tidak ada yang menyangka bahwa perjalanannya untuk merantau ke pulau dewata membuat Ahmad Mukhlis kehilangan anggota tubuhnya yang berharga. Mukhlis kehilangan kaki kanannya akibat terkena musibah kecelakaan di Banyuwangi 2 tahun lalu.

Ahmad Mukhlis dengan pekerjaannya sebagai penjahit di Jl. Kalijudan.

Pada saat kecelakaan, Mukhlis berada pada kondisi sadar. Orang-orang setempat yang berada ditempat kejadian langsung melarikan Mukhlis ke rumah sakit terdekat karena sadar akan kondisi Mukhlis yang menderita luka cukup parah akibat tertabrak motor. Dengan kondisi kaki kanan yang cukup parah, dokter memutuskan Mukhlis harus merelakan kaki kanannya untuk diamputasi. Selama 5 hari dirawat di rumah sakit, Mukhlis masih tidak ikhlas kehilangan salah satu kakinya. Ia menolak dan tidak menerima kenyataan bahwa kaki kanannya sudah diamputasi. Dirumah sakit ia sempat terjatuh dari tempat tidur akibat masih merasa bahwa ia mempunyai kedua kaki yang lengkap. Itulah masa-masa sulit bagi pemuda berusia 24 tahun ini untuk menyesuaikan dengan kondisinya saat itu.

Setelah dipastikan dapat pulang kerumah, Mukhlis masih sangat sulit untuk menerima kondisinya. Sampai pada akhirnya ia dibawa ke dinas sosial untuk mendapatkan pengarahan da motivasi bagi penyandang disabilitas. Ia tinggal di dinas sosial selama 1 bulan lamanya. Disana Mukhlis diberi pengertian bahwa meskipun berstatus sebagai penyandang disabilitas, Ia harus mandiri dan tidak menggantungkan dirinya kepada orang lain. Mendapatkan motivasi yang membuat semangat, Mukhlis akhirnya mendapat pelatihan kerja sebagai penjahit. Setelah ia dilatih kerja, Mukhlis ditempatkan kerja di usaha jahit di Jl.Kalijudan yang membuat dirinya bangkit dan mulai menerima kondisinya saat ini.

Ayo berdonasi dan berbagi kebaikan bersama Peduly !

Diluar sana masih banyak saudara-saudara kita yang kurang beruntung dan bernasib sama seperti Mukhlis. Kami sebagai lembaga penggalangan dana bertekad untuk membantu saudara kita yang membutuhkan uluran tangan kita. Ayo bantu saudara-saudara kita dengan cara berdonasi melalui www.peduly.com . Sisihkan sebagian rezekimu untuk orang yang membutuhkan bantuan kita!

Viky Pria Harmoni Suseno
Content Writer For Peduly.com #KitaPeduli