Donasi di Peduly bisa mulai Rp100 rupiah lho!

Letak Geografis Indonesia Membuat Kita Harus Selalu Siaga, Simak Mitigasi Bencana Gempa Bumi Berikut ini, ya!

Indonesia terletak di jalur Ring of Fire yang terdiri dari lebih dari 450 gunung berapi, sehingga besar potensi untuk terjadinya letusan gunung berapi hingga tsunami. Zona Ring of Fire ini meliputi serangkaian gunung berapi bawah laut dan lokasi gempa bumi di sekitar tepi Samudra Pasifik. Secara geologis, Indonesia berada di titik pertemuan dari tiga lempeng tektonik besar, yaitu Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik. Hal tersebut menyebabkan beberapa daerah di Indonesia rawan terjadi bencana alam. 

Maka dari itu, kita harus bisa memahami langkah-langkah mitigasi menghadapi bencana gempa bumi guna meminimalisasi dampak dan risiko yang ditimbulkan. Mitigasi merupakan upaya yang bertujuan untuk menurunkan risiko dan dampak dari bencana. 

Berikut langkah-langkah yang bisa kamu lakukan sebelum gempa sehingga dapat mengurangi dampaknya:

1. Mendirikan bangunan yang tahan gempa sesuai dengan aturan baku.

Jika kamu akan membangun rumah, sebaiknya diskusikan dengan arsitek agar menyiapkan desain konstruksi rumah dan pondasi yang tahan dari guncangan gempa. Kamu juga dapat merenovasi bagian rumah yang kiranya akan rentan roboh jika diguncang gempa bumi.

2. Kenali lokasi bangunan tempat kamu tinggal.

Pelajari daerah tempatmu tinggal. Apakah daerahmu rawan terkena gempa bumi? Pahami pula aturan seputar penggunaan lahan yang dikeluarkan oleh pemerintah setempat.

3. Tempatkan perabotan pada tempat yang proporsional.

Selain melakukan pencegahan melalui konstruksi dan pondasi rumah, mengatur susunan perabot-perabot yang mengisi rumah juga sama pentingnya karena dapat menyumbang faktor risiko. Meletakkan terlalu banyak perabot di sekitar pintu dapat menghambat upaya penyelamatan diri saat orang yang di dalamnya harus segera keluar rumah ketika gempa terjadi. Sebaiknya juga tidak memasang terlalu banyak lampu gantung di dalam rumah karena jika terjadi gempa, perabotan di ketinggian tersebut dapat berjatuhan dan membahayakan orang di bawahnya.

4. Menyiapkan Tas Siaga Bencana. 

Siapkan Tas Siaga Bencana yang dipersiapkan untuk pribadi maupun keluarga, untuk berjaga-jaga apabila terjadi suatu bencana atau kondisi darurat. Tas tersebut biasanya berisi surat-surat penting seperti surat tanah, sandang untuk tiga hari, makanan ringan yang tahan lama seperti mie instan, air minum, kotak P3K yang berisi obat-obatan pribadi, alat bantu penerangan, juga uang tunai secukupnya.

Jangan lupa untuk menaruh tas siaga bencanamu di tempat yang aman dan mudah dijangkau jika bencana alam datang, ya! 

5. Periksa penggunaan listrik dan gas.

Jangan lupa untuk selalu mematikan air, gas, dan listrik jika tidak digunakan.

6. Catat nomor telepon penting. 

Selalu simpan berbagai nomor telepon penting darurat yang bisa dihubungi jika terjadi gempa bumi, terutama yang berkaitan dengan pihak penanggulangan bencana di Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana- BNPB telah memiliki Call Center – 117 untuk kebutuhan pelayanan darurat bagi masyarakat terdampak bencana secara umum.

7. Kenali jalur evakuasi.

Rambu jalur evakuasi berfungsi sebagai petunjuk arah jalur evakuasi apabila terjadi bencana tsunami. Dengan dipasangnya rambu jalur evakuasi tersebut diharapkan masyarakat dapat mengetahui tentang arah dan titik aman sebagai tempat berkumpul.

8. Melakukan kegiatan simulasi bencana gempa.

Simulasi darurat gempa sangat penting untuk dilakukan, terutama karena Indonesia adalah negara yang rawan terjadi bencana alam agar masyarakat tidak kaget dan bingung saat terjadi gempa. Kamu dapat berlatih dalam menghadapi reruntuhan saat gempa bumi, seperti merunduk, perlindungan terhadap kepala, berpegangan ataupun dengan bersembunyi di bawah meja.

Nah, #WargaBaik, itulah 8 langkah mitigasi bencana yang dapat kamu lakukan sebelum bencana gempa bumi terjadi, sehingga dapat mengurangi dampak bencana. Pelajari dan selalu ingat dengan baik, ya!