Donasi di Peduly bisa mulai Rp100 rupiah lho!

Rekap Perjuangan Pemberdayaan Perempuan

Peringatan hari ibu nasional yang jatuh pada tanggal 22 Desember menjadi momen selebrasi para ibu dan perempuan-perempuan tangguh di Indonesia. Sejarah perjuangan perempuan untuk memperoleh kesetaraan hak di berbagai ruang lingkup publik maupun domestik sangatlah panjang. Sebagian besar isu ini selalu disampaikan melalui berbagai aksi dan kampanye lokal yang menangani perempuan untuk mendapatkan kesetaraan hak seperti, akses pendidikan, pekerjaan, dan lingkungan. Simak yuk perjuangan para perempuan Indonesia masa kini!

1.      Perjuangan Perempuan Sangihe Menolak Tambang Emas

Para perempuan di Kampung Bowone dan Kepulauan Sangihe berjuang menyelamatkan masyarakat dan masa depan anak-anak mereka dari perusahaan tambang emas. Gugatan ini dilayangkan karena masyarakat Kampung Bowone takut sumber penghidupan mereka lenyap akibat kegiatan tambang, terutama sumber air bersih yang selama ini mengalir tak pernah berhenti. Beberapa warga menolak untuk menjual tanahnya karena takut kehilangan mata pencaharian dan terancam terusir dari tanah kelahirannya.

2.      Perjuangan Perempuan Adat Namblong

Para perempuan Namblong tergerak berusaha memperjuangkan yang merusak tatanan kehidupan masyarakat dan dapat menjadi ancaman serius bagi eksistensi orang asli Nimboran.  Terdapat masyarakat yang menolak dan ada masyarakat yang menerima kehadiran perusahaan itu. Namun menurutnya menerima kehadiran perusahaan itu berarti membawa masyarakat adat Namblong pada kehancuran. Ia pun terus berupaya keras meyakinkan semua pihak untuk menyelesaikan masalah perampasan Tanah adat oleh perusahaan PT PNM. 

3.      Perjuangan Perempuan Samin VS Semen

Perjuangan perempuan Samin melawan perusahaan semen ini dapat disaksikan dalam film dokumenter samin vs semen yang digarap oleh sutradara Dandhy Laksono. Perempuan Samin tetap melawan dan seakan tidak takut dengan berbagai risiko yang di dapat jika tetap melakukan penolakan. Semangat penolakan tambang semen oleh kaum perempuan ini,  mematahkan sebuah stereotype klasik Jawa yang menetapkan peran utama perempuan hanya berada di area domestik, yaitu dapur, sumur, dan kasur.

Buat kamu yang ingin menjadi bagian dari perjuangan perempuan, kamu bisa membuat tujuan penggalangan danamu di Peduly untuk membiayai perjuangan para perempuan dalam mencapai kebebasan dan kesetaraan hak. Yuk kita bergotong-royong dalam kebaikan untuk mendukung langkah-langkah perjuangan mereka dalam memperoleh sebuah keadilan.