Donasi di Peduly bisa mulai Rp100 rupiah lho!

Seorang Diri, Sukarningsih Berjuang Untuk Sesuap Nasi.

Dirumah petak kecil peninggalan orang tuanya, Sukarningsih berjuang seorang diri hanya untuk sesuap nasi. Sejak tahun 1997 ia ditinggal suami tercintanya dan meninggalkan 1 orang anak. Naas, 3 tahun lalu anak nya juga ikut berpulang dan membuat Sukarningsih kesepian disetiap harinya. Sehari-harinya wanita yang sudah menginjak usia 72 tahun ini bekerja sebagai penjual makanan dan minuman dengan bermodalkan gerobak yang ia sewa seharga Rp.20.000 per harinya. Sayur lodeh dan sayur asem menjadi menu andalan di warungnya, tak lupa di hari minggu Sukarningsih mengganti menunya menjadi nasi kuning agar penikmat masakannya tidak merasa bosan.

Dengan penghasilan yang tidak menentu, Sukarningsih harus pintar-pintar memutar penghasilannya agar dapat menambal perut yang lapar. Jika warung sederhananya sedang ramai ia bisa mengais rejeki hingga Rp.50.000. Namun pernah suatu hari ia hanya berjualan satu cangkir kopi seharga Rp.3000 saja yang akhirnya ia harus berhutang kepada pemilik gerobak karena tidak sanggup menyetor uang sewa gerobak.

Ketika sepi melanda, Sukarningsih bersyukur masih mempunyai cucu dan keponakan yang bisa membuatnya tertawa. Tak lupa ia masih mempunyai televisi usang dirumahnya yang dapat membunuh rasa sepinya ditiap malam hari. Harapannya sederhana, ia ingin punya modal usaha agar tidak menyewa gerobak setiap harinya. Ditengah kesepiannya ia tak lupa memanjatkan doa kepada yang mahakuasa agar selalu diberikan kesehatan dan dapat menjalani hari-harinya dengan lancar.

Sukarningsih butuh bantuan kita. Peduly sebagai platform crowdfunding ingin mengajak para orang baik dan orang dermawan untuk menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang membutuhkan uluran tangan kita. Ayo donasi di peduly.com dan rasakan kebahagiaan didalam hidupmu !

Viky Pria Harmoni Suseno
Content Writer For Peduly.com #KitaPeduli